Tips mencegah induk burung membuang telurnya
Burung betina dari jenis kenari, parkit, dan lovebird diketahui sering membuang telur yang sedang dierami. Kasus ini disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain:
- Telur kosong atau infertil.
- Embrio di dalam telur sudah mati sebelum telur menetas.
- Telur sering dipegang tangan manusia secara langsung / bau manusia.
- Induk merasa sering terganggu.
Kalau Anda menemukan telur yang dibuang oleh induknya, maka tindakan yang perlu dilakukan adalah memeriksa kondisi telur: apakah masih baik atau sudah retak / pecah.
Apabila kondisi telur masih baik, segera lakukan peneropongan telur (egg candling) untuk memeriksa apakah telur sudah berisi embrio atau masih kosong (infertil). Meneropong telur bisa dilakukan degan memanfaatkan beberapa peralatan sederhana, seperti pernah ditulis dalam artikel berikut ini:
Mengintip telur dengan alat buatan sendiri
Selain itu, Anda juga bisa menitipkan telur pada induk asuh atau menyimpan telur dalam wadah / boks yang telah dilapisi kain tebal, dan bagian atasnya digantung lampu bohlam berdaya 5-10 Watt. Untuk menjaga kelembabannya, siapkan wadah berisi air / spon di dalam boks tersebut.
Sebagai bentuk pencegahan dari munculnya perilaku induk burung yang membuang telur-telurmua, maka beberapa tips berikut ini bisa diterapkan dalam penangkaran kenari, parkit, lovebird, maupun jenis burung lainnya:
- Jangan terlalu sering mengintip tempat sarang / gelodok ketika induk sedang berada di dalamnya. Kalau ingin melihat kondisi / keadaan telur di tempat sarang, sebaiknya dilakukan ketika induk sedang di luar sarangnya.
- Gunakan sarung tangan ketika ingin memegang telur untuk diperiksa. Sebab bau tangan kita acapkali menjadi penyebab induk mengabaikan dan membuang telurnya. Selain sarung tangan, Anda juga bisa menggunakan tisu.
- Selalu menjaga ketersediaan pakan, terutama yang kaya nutrisi. Induk burung yang kekurangan pakan mudah stres, sehingga akan memicu perilaku membuang telur-telurnya sendiri.
- Meminimalisasi gangguan dari luar kandang, terutama hewan pengganggu seperti kucing, tikus, ular, musang, dan sejenisnya.
- Usahakan agar tempat bersarang atau kandang penangkaran terasa nyaman. Ini bisa dilakukan dengan selalu menjaga kebersihan, serta menghindari sumber polusi seperti asap pembakaran sampah dan suara bising.
Semoga bermanfaat.
Sumber Om Kicau
Tidak ada komentar:
Posting Komentar