Rabu, 06 April 2016

Tips merawat trotolan anis kembang agar cepat ngeplong ala AKPK

Perawatan trotolan anis kembang agar cepat ngeplong.



Meski kelas anis kembang dalam berbagai lomba makin sepi peminat, bukan berarti burung yang pernah popular di akhir dekade 1990-an ini telah ditinggalkan para kicaumania. Masih banyak kok penggemar anis kembang. Bahkan tidak sedikit di antara mereka yang sukses menangkarnya.


Komunitas anis kembang atau punglor kembang pun bermunculan di mana-mana, tidak terkecuali di forum jual-beli online atau grup-grup di Facebook. Salah satunya adalah grup FB Anis Kembang – Punglor Kembang (AKPK).
Banyak AK mania yang mencari trotolan anis kembang. Selain dapat dimaster sesuai dengan keinginan pemilik atau perawatnya, perawatannya pun relatif lebih mudah.
Kendati di pasaran atau forum jual-beli online banyak ditawarkan trotolan anis kembang hasil tangkapan hutan, Penulis menyarankan agar membeli trotolan anis kembang hasil breeding atau penangkaran.
Selain lebih cepat dalam beradaptasi dengan lingkungan baru, mudah dijinakkan, dan lebih mudah dalam perawatan hariannya, membeli burung hasil penangkaran berarti membantu para breeder dalam mengembangkan usahanya, sekaligus menekan angka perdagangan burung-burung hasil tangkapan alam.
Agar trotolan anis kembang cepat ngeplong, maka perawatan hariannya harus dilakukan secara tepat. Para senior di grup FB AKPK pun berbagi tips merawat trotolan anis kembang agar cepat ngeplong.
Dalam tulisan di forum tersebut, Om Fendy Krisdiyono mengatakan, komposisi pakan yang tepat untuk trotolan AK bisa membuat burung cepat mengeluarkan suara ngeplongnya. Dengan mengamati kebiasaan makannya selama di alam liar, kicaumania bisa mengkombinasikannya dalam perawatan harian.
Seperti diketahui, anis kembang di alam liar sering mencari pakan berupa cacing tanah. Adapun anis kembang yang dipelihara dalam sangkar umumnya diberi extra fooding (EF) berupa jangkrik dan kroto.
Untuk hasil yang lebih maksimal, perawatan ini harus memperhatikan pola perawatan lain seperti mandi, jemur dan pemasteran. Gabungan dari perawatan ini dapat menghasilkan anis kembang yang benar-benar lincah, cerdas, dan rajin berbunyi.
Komposisi pakan untuk trotolan anis kembang
Komposisi pakan untuk trotolan anis kembang
Berikut ini cara pemberian pakan untuk trotolan anis kembang seperti yang dilakukan Om Fendy:
  • Sejumput kroto bersih yang masih segar diberikan setiap pagi dan sore hari.
  • Porsi kangkrik 2-3 ekor, diberikan setelah burung dimandikan.
  • Sebelum dijemur, burung diberikan cacing tanah yang sudah dipotong kecil-kecil. Jenis cacing yang digunakan sebaiknya seperti yang banyak dijual di toko pakan burung. Para kicaumania menyebutnya cacing plungker.
  • Buah-buahan hanya diberikan sebagai pakan tambahan untuk melengkapi nutrisinya.
Selain itu, bentuk perawatan lain yang juga harus mendapatkan perhatian adalah sebagai berikut:
  • Pengembunan dilakukan sejak pagi-pagi sekali, terutama waktu subuh.
  • Rajin memandikan burung, meski hanya berupa penyemprotan sekilas, dengan mempertimbangkan faktor suhu dan cuaca.
  • Penjemuran jangan terlalu berlebihan, dengan durasi kurang dari 1 jam.
  • Pemasteran dilakukan pagi hari setelah penjemuran, dan siang hari saat burung sedang beristirahat.
Hasil komposisi pakan untuk trotolan anis kembang tersebut sudah dirasakan Om Fendy melalui anis kembang SM Jr miliknya yang baru berumur 3,5 bulan, tapi sudah mampu bersuara roll tembakan cucak jenggot seperti dalam video berikut ini:
Tips perawatan trotolan AK versi Om Caturhuda
Om Caturhuda, senior lainnya di AKPK, juga punya tips perawatan trotolan AK agar cepat ngeplong. Menurut dia, kebutuhan gizi harus diperhatikan. Pemberian EF yang terdiri atas jangkrik, kroto, dan cacing harus dibiasakan dan diberikan sejak dini. Selain itu, perlu juga mengenalkan beberapa jenis buah-buahan kepada trotolan AK.
Pemberian pakan-pakan tersebut memiliki banyak manfaat, terutama untuk membantu pertumbuhannya dan agar trotolan anis kembang lebih cerdas serta mampu menguasai suara-suara masterannya secara cepat.
AK trotolan mandi karamba | Foto milik om Caturhuda (AKPK)
Mandi karamba | Foto: Om Caturhuda
Mandi bagi burung jenis punglor wajib dilakukan, termasuk pada burung yang masih trotolan. Kita bisa melatihnya mandi setelah burung berumur lebih dari 3 minggu, atau setelah tumbuh ekor.
Cara memandikannya bisa dengan cara disemprot halus menggunakan hand sprayer. Tapi perlu diperhatikan juga kondisi suhu dan cuaca saat itu. Jangan sampai setelah dimandikan kondis burung malah ngedrop.
Setelah trotolan AK mulai agresif dan bisa terbang ke sana-ke mari, kita bisa memandikannya dalam karamba. Jika kesulitan memancing burung masuk ke karamba mandinya, kita bisa memegangnya, lantas memasukkan burung ke karamba tersebut.
Hal penting lainnya dalam perawatan trotolan anis kembang adalah memberikan waktu istirahat yang cukup. Hal ini bisa dilakukan dengan memberikan full kerodong pada waktu malam hari. Pengkerodongan dapat membuat burung lebih terjaga staminanya, serta menghindari dari gangguan serangga dan gigitan nyamuk.
Dengan melakukan perawatan rutin tersebut, maka trotolan anis kembang akan menjadi lebih lincah, aktif, dan lebih rajin berbunyi dengan suara ngeplong. Kalau sudah begitu, tahapan ngerol pun sudah tinggal selangkah lagi.

Semoga bermanfaat.

Terapi untuk mengatasi kacer mbagong

Terapi mengurangi perilaku mbagong pada burung kacer.



Ada ungkapan kicumania yaitu "jangan pelihara kacer kalau tak mau mbagong". Ungkapan ini bisa memberi semangat bagi para kacermania yang sering mengeluhkan gaconya selalu menunjukkan perilaku mbagong. Untuk mengurai masalah tersebut, berikut ini beberapa tip untuk mengatasi kacer mbagong.


Hingga kini penyebab kacer mbagong masih menjadi pertanyaan bagi para kicaumania, meski sebenarnya perilaku itu berkaitan dengan perawatan dan karakter burung itu sendiri.
Untuk meminimalisasi kondisi itu bisa dilakukan melalui terapi, termasuk terapi mandi pasir. Selain itu, masih ada beberapa terapi lainnya seperti dirangkum omkicau.com berikut ini:
1. Terapi kandang umbaran ++
Meminimalisasu mbagong pada burung kacer bisa dilakukan dengan memanfaatkan kadang umbaran. Ya, latihlah burung tersebut dalam kandang umbaran setiap hari.
Selama pelatihannya, tenggeran dibuat saling berjauhan. Cepuk pakan dan minumnya juga dibuat saling berjauhan. Dalam hal ini, kandang umbaran digunakan sepanjang hari, sejak pagi hingga sore hari. Pemberian pakan tambahan atau extra fooding (EF) juga perlu diatur ulang.
Dalam penerapannya, terkadang ada kicaumania yang memasukkan kacer betina ke dalam kandang umbaran, agar birahi kacer jantan tersalurkan. Tidak sedikit juga kicaumania yang memasukkan burung kecil dari jenis lain sebagai bahan unthulan, untuk mengasah mental dan memunculkan kembali sifat fighternya.
2. Terapi mandi malam
Terapi mandi malam biasanya dilakukan secara rutin setiap hari atau beberapa hari sekali, namun harus tetap mempertimbangkan kondisi cuaca dan suhu sekitar.
Terapi ini menjadi salah satu metode alternatif yang dianggap bisa membantu mengurangi kondisi mbagong pada kacer. Setelah dimandikan, kacer bisa diberi pelatihan dengan memutarkan suara burung sejenis dari perangkat mp3.
Sebaiknya volume suara mp3 diatur dari ukuran sedang hingga keras, untuk membiasakan burung dengan suara kencang, sehingga tidak mudah mbagong akibat terkejut atau langsung ngedrop setelah mendengar suara burung lain yang lebih kencang.
Lakukan terapi ini secara rutin, sampai kacer Anda mengalami perkembangan yang cukup berarti.
3. Karantina dengan atau tanpa kerodong
Metode lain yang diyakini bisa mengurangi perilaku mbagong pada kacer adalah memisahkannya dari keberadaan burung sejenis atau burung lain yang gacor. Proses isolasi / karantina ini berlangsung selama beberapa minggu.
Selama masa karantina, kacer bisa diberikan terapi full kerodong, jika kondisinya terlalu over birahi atau terlalu galak. Selama masa terapinya itu, pemberian EF mulai dikurangi sampai kondisi burung benar-benar normal.
Sebagian kacermania beranggapan bahwa kerodong sebaiknya tidak diberikan selama masa karantina, namun jatah EF dihilangkan, sehingga burung hanya diberi voer dan air minum saja.
Masa karantina biasanya berlangsung selama dua minggu hingga satu bulan. Setiap 1 – 2 minggu sekali, kacer dapat dimandikan. Setelah itu diberi kroto sebanyak satu sendok teh dan jangkrik sebanyak 3 – 5 ekor.
Itulah rangkuman beberapa terapi untuk mengatasi kacer yang sering mbagong.
Semoga bermanfaat.
( sumber Om Kicau )

Rabu, 01 April 2015

Tips singkat menjodohkan kacer untuk pemula

Sudah banyak kicaumania Indonesia yang meraih keberhasilan dalam beternak burung kacer. Meski demikian, tak ada sesuatu yang instan. Beberapa peternak pemula kerap menemui kendala, terutama dalam penjodohan calon induk jantan dan betina. Sebagian pemula kerap terburu-buru memasukkan kedua calon induk itu dalam kandang ternak, sehingga terjadi perkelahian. Berikut ini tips singkat menjodohkan kacer untuk pemula.
Cara mudah menjodohkan sepasang burung kacer
Cara mudah menjodohkan calon induk kacer jantan dan betina
Menjodohkan burung kacer bisa dilakukan dengan terlebih dahulu memisahkan calon induk jantan dan betina selama beberapa hari. Setelah itu, baru kita mulai proses perjodohannya agar masing-masing burung bisa menerima calon pasangannya.
Dalam beternak burung kacer, kandang yang digunakan tidak harus bersifat permanen, tidak juga harus berukuran besar. Anda juga bisa menggunakan kandang yang terbuat dari kawat kassa. Masukkan kotak sarang berbentuk persegi, dengan pintu masuk cukup lebar.
Kandang ternak sederhana untuk menjodohkan dan beternak kacer
Awalnya, masukkan dulu burung betina yang sudah cukup umur ke dalam kandang ternak. Kacer jantan disimpan di tempat terpisah, yang jaraknya cukup berjauhan. Pastikan keduanya dalam posisi tidak saling melihat, sehingga satu sama lain hanya bisa saling mendengar. Biarkan hal ini selama beberapa hari.
Kacer betina yang mulai terpancing birahi biasanya akan selalu merasa gelisah setiap kali mendengar kicauan kacer jantan dari kejauhan. Dia lalu membalas kicauan kacer jantan, dengan mengeluarkan suara panggilan, sehingga akan terdengar suara yang saling bersahutan.
Hari berikutnya, sangkar yang berisi kacer jantan digantung berdekatan dengan kandang kacer betina. Tempelkan selama beberapa hari, sampai terlihat tanda-tanda kacer betina memunguti bahan sarang, lantas mulai merapikan sarangnya.
Tahap selanjutnya adalah memasukkan kacer ke dalam kandang ternak yang sudah dihuni kacer betina. Usahakan proses pemindahan ini dilakukan pada sore hari, menjelang maghrib, karena saat itu keduanya dalam kondisi siap beristirahat.
Amati terus perkembangannya selama beberapa hari ke depan. Jika sudah berjodoh, dan sama-sama dalam kondisi birahi, kedua burung akan kawin. Proses selanjutnya akan berjalan lebih mudah.
Tetapi tidak selamanya kedua burung akur. Terkadang salah satu burung terlalu agresif, dengan menyerang calon pasangannya. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:
  • Salah satu burung terlalu birahi. Hal ini bisa diatasi dengan mengatur ulang pemberian pakan tambahan atau extra fooding (EF).
  • Umur induk masih terlalu muda / kurang cukup umur. Solusinya, ganti dengan calon induk yang benar-benar sudah cukup umur.
  • Kacer jantan terlalu agresif. Untuk mengatasinya, ganti induk betina dengan memilih yang umurnya lebih tua daripada burung jantan.
Bagian terpenting dalam proses perjodohan kacer adalah rutin melakukan pemantauan terhadap kondisi mereka di dalam kandang penangkaran. Dengan demikian, jika terjadi sesuatu, ANda bisa segera mengatasinya.
Setelah mulai berjodoh, tahap berikutnya adalah berkembangbiak.

Semoga bermanfaat.

Sumber Om Kicau

Mengatasi lovebird lomba atau masteran yang kurang birahi

Merawat lovebird untuk lomba maupun untuk masteran sebenarnya tidak jauh berbeda. Salah satu masalah yang kerap terjadi adalah burung tak kunjung rajin bunyi, bahkan diam saja ketika melihat burung sejenis di dekatnya, padahal burung sudah dirawat selama berbulan-bulan. Masalah ini biasanya terjadi karena lovebird kurang / lambat birahinya, sehingga dibutuhkan perawatan yang tepat untuk mengatasinya. Berikut ini tips mengatasi lovebird lomba atau masteran yang kurang birahi.
Tips mengatasi lovebird yang kurang birahi
Lovebird yang berusia lebih dari 5-6 bulan sebenarnya sudah mempunyai mental dan birahi, sehingga sudah dapat diujicoba dalam latberan. Namun semua itu tergantung pola perawatan sehari-hari. Tak sedikit lovebird lovers yang mengeluh burungnya tak mau bekerja di lapangan, meski di rumah atau saat sendirian sangat aktif berkicau.
Burung yang berperilaku seperti itu umumnya mengalami masalah dengan birahinya yang rendah. Lovebird yang kurang birahi ditandai dengan karakter yang kurang fighter, lebih banyak diam, dan ciri paling umum adalah tidak menyilangkan sayapnya ketika bertemu lovebird lainnya.
Untuk mengatasi masalah ini, maka pola pemberian pakan dan perawatannya perlu disetel ulang. Berikut beberapa perawatan untuk mengatasi masalah lovebird yang kurang birahi, terutama untuk burung yang masih muda.
  • Rutin memandikan lovebird setiap hari, yang dilanjur dengan penjemuran dalam durasi lama.
  • Berikan pakan utama berupa milet putih setiap hari.
  • Berikan pakan tambahan untuk meningkatkan birahinya, seperti kangkung, jagung, sawi, apel, dan beberapa butir kuaci.
  • Rutin membersihkan sangkarnya, termasuk rajin mengganti air minumnya dengan air bersih setiap hari.
Hal lain yang turut membawa keberhasilan dalam perawatan lovebird kurang birahi agar bisa terlatih dan memiliki mental siap lomba adalah dengan sering membawanya jalan-jalan. Misalnya dengan menggantungkan sangkarnya di tempat yang tidak jauh dari arena lomba. Jika sering dilatih, lovebird akan mudah terpancing, birahinya cepat naik ketika melihat atau mendengar suara lovebird lain.
Dengan melakukan perawatan seperti di atas, disertai konsistensi dan keuletan, maka lovebird berangsur-angsur akan memiliki birahi yang optimal sehingga cukup siap untuk dilombakan atau dimanfaatkan sebagai masteran. Berikut ini ciri-ciri umum lovebird yang memiliki birahi optimal dan cukup untuk dilombakan:
  • Langsung narik suara panjang ketika dipancing dengan tepukan tangan atau suara kencang.
  • Menyilangkan kedua sayapnya saat bertemu atau melihat lovebird lainnya.
  • Tampak gelisah dan mulai sensitif saat mendengar suara-suara di sekitarnya.
  • Sering menggesek-gesekkan paruhnya.

Semoga bermanfaat.

Sumber Om Kicau

Beternak kenari tanpa metode hand feeding, namun tetap produktif

Mungkinkah kita beternak kenari tanpa metode hand feeding, namun pasangan induk tetap produktif dalam menghasilkan anakan demi anakan? Tentu saja mungkin, asalkan kita tahu tips dan triknya. Kali ini kita kembali belajar dari pengalaman Om Joko, owner TJM Bird Farm Bogor
Sebelumnya, Om Kicau sudah pernah mengupas aktivitas Om Joko dan TJM BF Bogor, baik sebagai penangkar kenari bongsor (khususnya jenis YS) maupun importir kenari YS, serta telah menghasilkan sejumlah kenari jawara tingkat nasional.

Para peternak kenari memang punya orientasi berbeda dalam menjalankan usahanya. Ada yang mendongkrak produktivitas induk dengan memanen anakan umur 1 minggu, supaya pasangan induk kembali menghasilkan telur dan anakan.
Ada juga peternak yang membiarkan anakan kenari dirawat sepenuhnya oleh induknya, sehingga pemilik / perawat tak perlu melolohnya atau menerapkan metode hand feeding. Konsekuensinya, pasangan induk kenari tidak bisa segera berproduksi kembali, sehingga produktivitasnya rendah.
Om Joko TJM sukses beternak kenari tanpa metode hand feeding.
Nah, Om Joko TJM mencoba mencari jalan tengah, yaitu bagaimana dia dan krunya tidak direpotkan dengan aktivitas hand feeding yang butuh kontinuitas, konsistensi, kesabaran, dan keuletan tersendiri. Sebab ketika piyik kenari masih berumur 1-2 minggu, frekuensi pelolohan sangat tinggi, setiap jam harus diberi pakan.
Di sisi lain, Om Joko berfikir, bagaimana produktivitas pasangan induk tetap tinggi meski peternak tak melakukan hand feeding. Jalan tengah yang dimaksud adalah memanfaatkan kenari lainnya sebagai induk asuh, baby sitter, atau sering disebut ekstrem sebagai kenari babuan.
Pemanfaatan kenari babuan sebenarnya sudah diterapkan beberapa peternak, tetapi belum terlalu banyak. Berbeda dari sebagian besar penangkar perkutut  yang telah menerapkan metode ini.

Semoga bermanfaat.

Sumber Om Kicau

Tips menjinakkan murai batu giras

Membeli murai batu bahan maupun setengah jadi memang butuh kesabaran dan ketelatenan. Sebab burung dalam kondisi belum beradaptasi dengan lingkungan barunya. Murai batu bahan cenderung liar, gesit, dan giras, sehingga perlu dijinakkan dulu.  Berikut ini tips menjinakkan murai batu giras ala Om Johan Leuser.
Om Johan, pemilik Leuser Bird Shop Pekanbaru, dikenal piawai dalam menjinakkan murai batu bahan / burung muda yang masih giras. Hasilnya, semua murai batu yang dijualnya selalu dalam kondisi sudah jinak, sehingga memudahkan perawatan bagi pembelinya.
Om Johan, pemilik Leuser Bird Shop Pekanbaru.
Untuk menjinakkan murai batu bahan yang masih giras, Om Johan biasanya meletakkan sangkar murai di atas lantai, sehingga tidak digantang seperti biasanya. Hal ini dapat dilakukan selama 1-2 minggu, di mana murai sudah mau berdaptasi.  Selanjutnya, dua bulan kemudian, murai sudah mulai jinak dan gacor.
“Kalau tidak segera dijinakkan, butuh waktu lama untuk menurunkan murai batu ke lapangan, bahkan bisa sampai tiga tahun baru bisa dibawa ke arena lomba. Tetapi kalau dijinakkan, beres mabung burung sudah bisa dimainkan ke lapangan,” jelas Om Johan.
Harga murai muda hutan atau setengah jadi tentu jauh lebih murah daripada membeli burung yang sudah jadi. Tantangannya adalah bagaimana menjinakannya sehingga murai akhirnya rajin berbunyi.
Agar burung mau bunyi, tentu harus dijinakkan dulu, sehingga burung mampu mengenali situasi lingkungan di sekitarnya, serta tidak mudah kaget atau stres apabila didekati manusia.
Untuk murai batu bahan, Om Johan menyarankan agar burung dibiasakan digantang  tidak jauh dari keramaian. Posisi gantangan pun jangan terlalu tinggi, kira-kira setinggi bahu orang dewasa.
“Pada tahap awal, murai biasanya akan loncat-loncat ke sana-kemari. Biarkan saja sampai murai bosan melompat. Yang penting burung tidak nabrak jeruji sangkar,” ujarnya.
Lebih bagus lagi, jika setelah itu dilanjutkan dengan perubahan posisi penempatan. Dalam hal ini sangkar bisa ditaruh di lantai. Kalau murainya banyak, cukup dijejer di lantai. Sangkar tidak perlu dikerodong, tetapi cukup diberi penyekat agar mereka tidak saling melihat. Silakan lihat gambar di bawah ini:
Penjinakan beberapa ekor murai batu muda yang giras.
“Penjinakan di atas lantai cukup satu minggu saja, karena murai biasanya sudah bisa beradaptasi dengan lingkungan barunya. Yang penting, saat menaruh sangkar di atas lantai, pastikan burung aman dari gangguan hewan predator seperti kucing atau anjing.
“Dengan metode ini, murai selambat-lambatnya sudah jinak dua bulan kemudian. Tanpa proses penjinakan, sampai bertahun-tahun pun murai tetap giras dan tidak mungkin bisa dilombakan,” jelas Om Johan.
Selama proses penjinakan, burung tidak perlu dijemur dulu. Kecuali kalau buka kerodong burung mau bunyi ngeriwik di depan orang-orang. Kalau sudah seperti itu, burung sudah bisa dijemur,” tambahnya.
Apabila burung sudah ngevoer, maka kroto segar tetap diberikan, sedangkan jangkrik diberikan sebanyak 5 ekor pada pagi hari dan dan 5 ekor pada sore hari. Mandi dilakukan setiap hari untuk mempercepat adaptasinya.
Jadi, murai batu akan rajin bunyi atau gacor jika sudah jinak atau beradaptasi dengan lingkungan baru. Sebaliknya, murai batu tidak akan bunyi jika dalam keadaan ketakutan, yang membuatnya tetap giras.

Selamat mencoba! Apabila masih ada yang belum jelas, atau ingin konsultasi lebih lanjut, silakan kontak Om Johan / Leuser Bird Shop dengan alamat dan nomor kontak di bagian bawah artikel ini. (d’one)
Om Johan / Leuser Bird Shop
HP 0853 6381 8888 || Pin BB 2BCO4D12 || FB: Johan Shia Leuser
Alamat: Jalan M Yamin No 30 Pekanbaru, Riau
Semoga bermanfaat.
Sumber Om Kicau

Tips singkat mengatasi burung cendet yang galak

Selain miyik atau manja, masalah yang sering dialami para cendetmania adalah burungnya berubah menjadi galak, bahkan galak banget. Bisa dibayangkan, betapa menderitanya pemilik / perawat cendet ketika burung piaraannya terus mematuki tangannya saat mengganti pakan atau mengisi air minum. Untuk mengurangi penderitaan Anda, berikut ini tips singkat mengatasi burung cendet yang galak banget.
Tips mengatasi burung cendet yang galak banget.
Umumnya, perilaku galak pada burung cendet disebabkan oleh kondisi over birahi. Selain itu, ada beberapa faktor pemicu lainnya, yaitu:
  • Birahi alami, atau burung memasuki masa breeding / musim kawinn.
  • Perawatan kurang maksimal, misalnya burung jarang dimandikan atau kurang dijemur.
  • Kekurangan nutrisi / gizi.
  • Karakter bawaan dari burung tersebut.
Jika perubahan perilaku cendet terjadi akibat over birahi, cara mengatasinya tentu saja harus dikondisikan terlebih dulu. Dengan begitu, perilaku galak secara berangsur-angsur akan pulih seiring dengan kondisi birahinya yang mulai normal. Untuk mengetahui cara mengkondisikan cendet yang over birahi, silakan buka lagi tulisan berikut ini:
Cendet over birahi: Perilaku, penyebab, dan solusinya
Tetapi apabila perilaku galak ini muncul akibat faktor lainnya, maka cara mengatasinya disesuaikan dengan sumber atau akar masalahnya.
Cendet galak akibat memasuki masa breeding
Di alam liar, burung cendet mempunyai ritme kehidupan yang disebut masa breeding atau musim kawin, musim berkembangbiak. Bahkan spesies maupun subspesies cendet di daerah tertentu sudah memiliki waktu tertentu yang relatif ajek untuk berkembangbiak, misalnya mulai Maret hingga Mei, dan seterusnya.
Dalam perawatan manusia, cendet tidak memiliki musim kawin seperti di alam liar, karena belum tentu mempunyai pasangan. Tetapi ketika burung sudah mencapai umur dewasa kelamin, atau matang secara seksual, tentu dia punya naluri / hasrat / insting untuk kawin dan berkembangbiak.
Pada cendet yang sudah mencapai umur dewasa kelamin, kondisi breeding biasanya akan terlihat dari bulu-bulunya yang lebih rapi daripada biasanya. Bulu-bulu ekor terlihat lebih rapat. Bahkan jika dilombakan, kondisi birahi cendet dalam kondisi optimal sehingga bisa tampil lebih maksiml daripada biasanya.
Tetapi karena terus-menerus tak ada pelampiasannya, burung  akhirnya berubah menjadi agresif dan galak. Untuk mengatasi hal tersebut, cendet perlu dikawinkan dengan lawan jenisnya. Syukur-syukur malah bisa ditangkarkan di rumah.
Jika memang tidak memungkinkan untuk mengawinkannya, maka harus dilakukan pengaturan ulang terhadap pola perawatan hariannya, terutama mengurangi pakan yang mengandung kadar protein tinggi.
Perawatan harian untuk cendet galak banget
Berikut ini beberapa cara mengatur ulang pola perawatan harian untuk mengatasi cendet yang galak banget:
1. Mengatur ulang pemberian EF
Seperti dijelaskan di atas, perlu dilakukan pengaturan ulang dalam pemberian extra fooding EF) agar burung cendet tidak makin bertambah galak. Jika selama ini porsi jangkrik sebanyak 10 ekor per hari (diberikan dua kali, pagi dan sore), maka jatahnya bisa dikurang hingga 50 – 70 %, atau sekitar 3 – 5 ekor jangkrik per hari.
Namun jika selama ini cendet hanya diberikan 2-3 ekor jangkrik setiap harinya, maka pengaturannya bisa dilakukan dengan menambah porsinya, misalnya menjadi 5 – 7 ekor / hari sampai kondisinya normal. Setelah cendet kembali normal, alias tidak galak lagi, perawatan bisa dikembalikan seperti semula.
2. Hindari penjemuran secara berlebihan
Cendet galak akibat over birahi juga bisa disebabkan penjemuran terlalu berlebihan. Untuk mengatasinya, tentu saja durasi penjemuran mesti dikurangi.

Idealnya, lama penjemuran maksimal 1,5 – 2 jam setiap hari, yang dimulai pada pukul 06:30 pagi hari atau setelah matahari terbit.
Alternatif lainnya adalah melakukan pengembunan. Keluarkan burung pada saat fajar, atau paling telat sebelum jam lima pagi, untuk diembunkan. Burung digantang pada lokasi di mana cendet bisa terpapar sinar matahari pagi ketika terbit.
3. Mandikan tiga kali sehari
Solusi lainnya untuk mengatasi cendet yang galak banget adalah memandikannya sesering mungkin, misalnya tiga kali setiap hari (pagi – siang – sore).
Mandi malam juga bisa menjadi alternatif untuk menurunkan perilaku galak pada cendet. Mandi malam dilakukan setelah pukul 19.30 hingga pukul 21.00.
Setelah dimandikan, burung segera dianginkan di tempat hangat (berlampu), kemudian sangkarnya ditutupi dengan kerodong. Biarkan bberistirahat sampai waktunya diembunkan lagi esok hari.
Semoga bermanfaat.

Sumber Om Kicau