Sabtu, 15 Maret 2014

Menu anakan murai batu umur 1-30 hari ala SKL

Jujur saja, tidak pernah ada menu baku untuk anakan murai batu. Sebab setiap pemilik anakan murai batu, khususnya penangkar, punya resep berdasarkan pengalaman masing-masing. Pengalaman itu terkadang benar-benar muncul dari dia sendiri, bisa juga dari sumber lain yang dipelajarinya. Karena itu, artikel ini diberi judul menu anakan murai batu umur 1-30 hari ala SKL, karena menu ini dibuat berdasarkan pengalaman Tim SKL Bird Farm yang bermarkas di Jatibarang, Indramayu.
Meloloh anakan murai batu.

                                Menu makanan untuk anakan burung murai batu.
—-
Untuk penangkaran / breeding murai batu, mulai dari aktivitas hulu (seleksi calon induk) hingga hilir (perawatan anakan), SKL Bird Farm memang layak dijadikan salah satu sumber ilmu. Itu sebabnya,  sering membagikan tips dari Tim SKL Bird Farm pimpinan Ir H Syamsul Saputro, karena dapat dipertanggungjawabkan dari sisi keilmuan dan praksis.
Perlu diketahui, SKL Bird Farm biasa memanen anakan murai batu pada umur 7 – 10 hari. Tidak boleh lebih, dan tidak boleh kurang.
Mengapa tidak boleh lebih dari 10 hari? Sebab, kelopak mata anakan murai batu sudah terbuka, dan mereka sudah bisa melihat induknya. Apabila anakan murai sudah melihat induknya, yang selama ini melolohnya, dia tak akan mau / sulit sekali diloloh manusia. Jika burung belum terbuka matanya, lalu dipanen, mereka mau menerima makanan yang kita lolohkan.
Mengapa tidak boleh kurang dari 7 hari? Anakan murai umur 1-7 hari masih berada dalam fase kritis. Kesalahan sedikit dalam perawatannya, terutama frekuensi pelolohan yang tidak konsisten, mudah sekali membuat burung kelaparan dan mati. Bahkan, perawatan kurang intensif sering menyebabkan anakan cacat, terutama kaki pengkor dan lumpuh.

Berikut ini menu anakan murai batu umur 1-30 hari ala SKL Bird Farm, yang dibagi dalam tiga fase :

Menu anakan murai batu umur 6-7 hari
Kalau Anda memanen anakan murai batu pada umur 7 hari, maka burung cukup diberi kroto saja alias full kroto. Adapun hari-hari sebelum dipanen, anakan tetap berada dalam perawatan induknya, di mana porsi jangkrik untuk indukan harus dikurangi seminimal mungkin, atau boleh juga dihilangkan.
Sebaliknya, porsi cacing tanah dan kroto untuk induk bisa ditambah. Pengurangan atau penghilangan porsi jangkrik dimaksudkan untuk mencegah induk menjadi agresif, yang bisa membahayakan anaknya.
Anakan murai batu

                                      Anakan murai batu dalam rawatan induknya.
—-
Ada sebagian penangkar penangkar yang memanen anakan murai batu pada umur 6 hari, meski SKL Bird Farm menyarankan pemanenan pada umur 7 hari. Nah, berikut ini menu yang bisa disajikan pada anakan murai batu umur 6-7 hari:
  • Bahan lolohan hanya berupa kroto, alias full kroto.
  • Pilihlah kroto yang baru, segar, dan sudah dibersihkan semutnya.
  • Kroto diberikan mulai pukul 06.00 (paling telat 07.00) hingga pukul 18.00.
  • Menu diberikan setiap satu jam sekali, porsi jangan terlalu banyak.
  • Sebelum diberikan, kroto dicelup dulu ke dalam air matang.
  • Jika tidak dicelup, kroto yang bersifat lengket ini bisa menempel di kerongkongan, sebelum masuk ke bagian tembolok. Dengan pencelupan, kroto bisa melewati kerongkongan tanpa meninggalkan bekas.
Yang penting diperhatikan, anakan burung jangan diloloh sampai terlalu kenyang, yang terlihat dari tembolok (crop) yang membuncah.
Karena organ pencernaan belum berfungsi secara sempurna, maka dampak kekenyangan membuat organ pencernaannya dipaksa bekerja keras. Sebab, material pakan yang masih tersimpan di dalam tembolok akan terus-menerus dibawa masuk ke organ pencernaan burung.

Menu anakan murai batu umur 8-14 hari

Anakan murai batu

                                    Anakan murai batu umur 12 hari.
—-
  • Bahan lolohan berupa kroto dicampur voer.
  • Sebelumnya voer sudah diblender halus dan diayak, dan diambil tepungnya yang halus. Ini penting diperhatikan, karena terkadang ada voer yang keras. Meski sudah dilarutkan dengan air, bagian yang keras tak bisa hancur juga. Jika termakan anakan murai batu, ini berbahaya bagi organ pencernaannya.
  • Tujuan pemblenderan voer adalah mencegah pakan kering ini nantinya mengembang dalam organ pencernaan, yang bisa membuatnya kembung dan mudah mati. Voer utuh sebenarnya belum mengembang 100%. Ia baru mengembang penuh ketika sudah berada di dalam organ pencernaan.
  • Pada burung dewasa, ini tidak menjadi masalah, karena organ pencernaan sudah berfungsi normal, dengan memanfaatkan enzim, cairan kimia, dan gerakan peristaltik di dalam tubuh untuk mencerna setiap pakan yang masuk. Pada anakan murai, hal ini bisa menjadi masalah besar, sebab pengembangan voer akan mendesak dinding organ pencernaannya yang masih ringkih.
  • Tepung voer kemudian diseduh dengan sedikit air hangat dan dicampur dengan kroto. Tapi ingat, porsi voer tetap jangan terlalu banyak. Yang penting, kita mendidik anakan murai batu untuk mengenal rasa voer. Rasio ideal voer dan kroto pada fase ini adalah 30:70.
  • Adonan kroto, voer, dan sedikit air hangat hanya berlaku untuk sekali pakai. Usahakan menu tersebut sudah habis dalam waktu 15-20 menit. Karena itu, disarankan membuatnya dalam jumlah secukupnya, agar tidak terlalu banyak sisa pakan yang terbuang sia-sia.
Menu anakan murai batu umur 15-30 hari

Anakan murai batu

                           Umur 15 hari lebih, anakan MB sudah melewati masa kritis.
—-
Pada usia ini, anakan murai batu relatif sudah melewati masa kritis. Anakan MB bahkan sudah mulai belajar nangkring. Bahkan sebagian sudah bisa nangkring pada umur lebih muda, misalnya 12 hari, seperti terlihat pada gambar sebelumnya.
Pakan utama masih terdiri atas voer dan kroto, namun porsi voer bisa dinaikkan, sehingga rasionya menjadi 50:50.
Pengenalan pakan hidup seperti jangkrik dapat dimulai pada akhir minggu ketiga, atau awal minggu keempat. Hanya saja, berikan dulu anakan jangkrik demi alasan keamanan anakan murai batu.
Yang perlu diperhatikan pula, jangkrik jangan langsung diberikan dari tangan kita, karena hal ini bisa membuat anakan MB kelak menjadi manja.
“Untuk mengantisipasi hal ini, jangkrik dapat diberikan melalui bantuan media lidi atau sejenisnya. Yang penting jangan langsung dari tangan kita,” kata Om Syamsul.
Pada fase ini, terutama sejak minggu keempat, anakan MB harus diusahakan bisa makan sendiri. Jika tidak, burung kemungkinan besar menjadi manja, dan ini akan menurunkan harga jualnya. Anakan MB yang terlanjur manja biasanya memiliki mental bertarung (fighter) yang kurang, sehingga harga jualnya menurun drastis.
Anakan murai batu yang sudah berumur 1 bulan atau lebih sudah bisa makan sendiri. Inilah saatnya memindahkan mereka ke sangkar soliter, di mana setiap sangkar hanya berisi seekor anakan murai, untuk menghindari pertengkaran sesuai dengan karakter fighter pada burung ini.
Semoga bermanfaat.

Sumber : Om Kicau

Memilih, menangkap, menjinakkan, dan melatih burung gereja liar untuk masteran

Burung gereja (Passer montanus) termasuk salah satu burung master yang banyak digunakan kicaumania untuk memaster aneka burung kicauan di rumah. Ada yang menggunakan audio mp3 suara burung gereja tarung, dan ada juga yang memilih memelihara beberapa ekor burung gereja di rumah. Jika berminat ingin memelihara untuk masteran, berikut ini panduan mengenai bagaimana memilih, menangkap, dan melatih  burung gereja liar.
gereja berantemSaat ini makin banyak kicaumania yang memiliki burung gereja dan merawatnya sebagai burung master. Sebagian memperolehnya dari pasar burung, sebagian lagi sengaja mencari atau menangkapnya dari alam, terutama dengan cara menjebak.
Jadi, konteks memilih dalam artikel ini adalah bagaimana cara memilih burung gereja liar di pasar burung (biasanya dalam kandang ombyokan).
Sedangkan konteks menangkap dalam artikel ini adalah ketika Anda ingin memperoleh burung gereja dari alam, entah di lingkungan rumah, taman kota, dan sebagainya.
Burung gereja memang mudah ditemukan di lingkungan sekitar rumah. Burung gereja termasuk salah satu jenis burung yang paling mampu beradaptasi dengan lingkungan perkotaan. Hal ini bukan hanya terjadi di negara kita saja, tetapi juga di sejumlah negara Eropa, Asia, Amerika Utara, dan Amerika Selatan.
Bahkan, sesekali kita sering melihat pedagang burung gereja menawarkan daganganya di depan sekolah dasar, dijual dengan harga Rp 3.000 – Rp 5.000, untuk mainan anak-anak.
Tetapi burung gereja yang sudah jinak, rajin bunyi, dan nyerecet panjang tentu tidak lagi dihargai semurah itu. Burung gereja dengan kualifikasi seperti itu jelas membutuhkan perawatan dan biaya tersendiri.
Selain itu, sebagian kicaumania pasti juga tahu betapa sulit menjinakkan burung gereja yang masih liar. Betapa banyak waktu yang terbuang hanya untuk merawat dan memberi pakan anak-anak burung gereja sampai menjadi dewasa dan rajin berbunyi.

MEMILIH BURUNG GEREJA LIAR UNTUK MASTERAN
Syarat pertama untuk mendapatkan burung gereja liar yang bisa digunakan untuk masteran adalah jenis kelamin harus jantan. Sebab hanya burung gereja jantan yang memiliki suara kicauan khas, dan banyak dicari sebagai masteran.
Suara burung gereja jantan, apalagi jika jumlahnya lebih dari satu, akan menghasilkan kombinasi suara cerecetan yang ramai dan biasa dikenal dengan istilah suara burung gereja tarung.
Untuk mengetahui bagaimana perbedaan burung gereja jantan dan betina, silakan cermati gambar berikut  ini:
Beda jantan betina burung gereja

      Perbedaan burung gereja jantan (atas) dan betina (bawah) | Foto:Hidephotography
-
Jadi, bagi sobat kicaumania yang tak mau repot-repot menangkap, tips memilih burung gereja liar ini bisa dipraktikkan saat hunting ke pasar burung di daerah masing-masing.


Semoga bermanfaat

Sumber : Om Kicau

Rabu, 13 November 2013

Manfaat mandi malam bagi burung kicauan


Burung blackbird yang sedang mandi di malam hari
Burung blackbird senang mandi malam.

Perawatan burung kicauan tidak terlepas dari aktivitas mandi dan jemur untuk momongan kita. Selain bisa membersihkan kotoran pada bulu-bulunya, sehingga menekan potensi kutu / tungau menyerang, mandi juga bisa memberikan kesegaran pada burung. Biasanya mandi dilakukan pada pagi, sore, atau pagi dan sore hari. Bagaimana jika burung mandi pada malam hari? Adakah manfaatnya, dan adakah bahayanya?

Mandi malam umumnya dilakukan sebagai terapi, khususnya untuk burung yang mengalami over birahi (OB).
Di luar manfaatnya sebagai terapi OB, mandi malam ternyata memberi pengaruh besar terhadap burung dari keluarga Turdidae dan Muscicapidae.
Yang termasuk dalam keluarga Turdidae antara lain semua jenis burung anis / punglor (anis kembang, anis merah, anis macan, anis cendana, dll), kacer, murai batu, ciungbatu, ciungmungkal, cingcoang, berkecet, dan meninting.
Adapun burung-burung yang termasuk keluarga Muscicapidae antara lain decu, sikatan, nightingale, dan semua jenis burung flycacther lainnya.
Yuk, sekarang kita tengok kehidupan mereka di malam hari. Meski secara umum mereka merupakan burung diurnal, atau beraktivitas sejak fajar hingga petang hari, ada beberapa spesies flycacther seperti nightingale dan mockingbirds yang gemar mandi di malam hari. Burung blackbird juga senang mandi pada malam hari.
Di Indonesia, banyak pemain anis merah dan anis kembang yang memandikan burungnya pada malam hari. Sebenarnya bukan hanya pemain, penggemar rumahan untuk kedua jenis burung itu pun sering melakukan hal yang sama.
Alasan mereka, mandi malam bisa membuat burung menjadi rajin berkicau. Bukan sekadar gacor, tetapi juga mampu membuat burung mengeluarkan suaranya dengan volume lebih keras, atau biasa disebut ngeplong.
Meski membawa beberapa manfaat positif, ada beberapa persyaratan / kondisi tertentu untuk memandikan burung pada malam hari. Jika tidak, bukannya gacor dan ngeplong, tetapi memperburuk kondisi kesehatan, bahkan drop dan macet bunyi.
Persyaratan dan kondisi tertentu yang diperlukan untuk memandikan burung di malam hari antara lain :
  • Burung harus dalam kondisi sehat, fit, alias tidak sakit dan tidak nyekukruk.
  • Kondisi cuaca tidak terlalu dingin, tidak turun hujan, dan tidak berangin kencang, Tetapi ini bisa disiasati dengan memandikan burung di dalam rumah, kemudian disimpan di dalam kamar dalam kondisi jendela tertutup.
Di luar kedua kondisi tersebut, burung bisa diberi terapi mandi malam bagi yang mau mencobanya.
Tata cara mandi malam pada burung kicauan

Manfaat Mandi Malam bagi Burung Kicauan
Mandi malam bisa membuat burung gacor dan ngeplong.
—-
Mandi malam pada burung dari keluarga Turdidae bisa dilakukan sekitar  pukul 19.00 hingga 22.00 (silakan disesuaikan dengan waktu luang Anda). Sebagian besar memilih pukul 21.00 atau 22.00, karena dianggap waktu yang tepat untuk memandikan burung pada malam hari.
Khusus kacer dan murai batu, terapi mandi malam jangan diterapkan pada burung bakalan, karena berpotensi menyebabkan stres. Sebaiknya burung dijinakkan dulu, dirawat sampai dewasa, baru bisa menjalani terapi ini.
Imbauan tersebut juga berlaku untuk burung-burung dari keluarga Muscicapidae, seperti decu, sikatan, serta semua jenis flycatcer lainnya.
Seperti dijelaskan sebelumnya, mandi malam juga bisa dilakukan sebagai salah satu terapi mengatasi burung yang mengalami over birahi. Murai batu dewasa yang sudah mapan, kemudian mengalami OB, bisa diterapi dengan cara seperti ini. Hal ini juga bisa diterapkan untuk kacer bermasalah, seperti sering mbagong / mbalon akibat over birahi.
Mengenai teknis mandinya, bisa disesuaikan dengan kebiasaan burung selama ini, misalnya dengan disemprot halus (seperti keluar embun) atau bisa juga mandi dalam karamba. Durasi mandi juga disesuaikan dengan apa yang menjadi kebiasaan burung. Sebab ada yang mandi hanya selama 30 menit, ada juga yang 1 jam.
Usai mandi, burung bisa dianginkan sambil diberi pakan kesukaannya misalnya cacing tanah untuk jenis anis / punglor, atau jangkrik untuk kacer dan murai batu. Setelah bulu mulai kering, burung bisa diberikan kerodong agar bisa beristirahat hingga esok pagi.
Esok hari, burung langsung diembunkan, sebagai kelanjutan dari terapi mandi malam ini . Kombinasi kedua terapi ini akan membuat burung cepat memiliki suara keras atau ngeplong.
Apabila burung sudah ngeplong, atau problem over birahi sudah teratasi, terapi mandi bisa dihentikan. Para pemain pun umumnya hanya memandikan burung pada malam hari, sekitar 1-2 hari menjelang lomba, bukan dijadikan agenda rawatan harian.
Kesimpulannya, mandi malam akan memberi manfaat bagi burung kicauan, baik untuk terapi mengatasi OB maupun membuat burung gacor dan cepat ngeplong.
Hanya burung yang sehat dan fit yang boleh menjalani terapi ini. Untuk menjaga agar kondisinya selalu fit, burung bisa diberi multivitamin secara rutin.
Burung bakalan, khususnya kacer dan murai batu, serta burung bakalan dari keluarga Muscicapidae (decu, sikatan, dan jenis flycatcher lainnya), sebaiknya jangan dimandikan pada malam hari.
Untuk jenis burung di luar keluarga Turdidae dan Muscicapidae, seperti kenari, lovebird, keluarga leafbird (cucak hijau, cucak ranting), dan sebagainya, tidak perlu menjalani terapi mandi malam.

Semoga bermanfaat.

Terapi pleci bakalan: Jinak dan cegah salto

Sebenarnya saat ini mudah mendapatkan burung pleci yang sudah jadi, dengan harga terjangkau, terutama hasil besutan sesama plecimania. Faktanya, masih banyak penggemar burung yang tetap tertarik membeli pleci bakalan muda hutan, dalam kandang ombyokan, dan tentu masih liar. Mungkin mereka ingin menghayati betul hobi burung kicauan, tak mau memperoleh hasil instan. Padahal pleci bakalan harus dijinakkan dulu, dan nantinya harus terbebas dari kebiasaan salto.

Melatih pleci bakalan liar cepat jinak dan tidak salto
Melatih pleci bakalan liar agar cepat jinak dan tidak salto.
—-
Burung pleci dalam pemeliharaan manusia akan cepat berbunyi, kemudian rajin bunyi dan ngeplong, apabila burung sudah jinak, setidaknya jinak lalat atau semi-jinak. Untuk itu diperlukan proses penjinakan terlebih dulu.

Berbeda dari jenis burung kicauan lainnya, pleci memang rada-rada nakal dalam proses penjinakkannya. Tak  sedikit plecimania yang mengaku mengaku kesulitan menjinakkan momongan imutnya, meski sudah mencoba beberapa cara.
Selain itu, terkadang muncul perilaku buruk dari pleci bahan yang masih liar, yaitu munculnya perilaku salto atau jumpalitan, yang ditandai dengan kepala yang sering mendongak ke belakang.
Nah, untuk melengkapi artikel penjinakan burung, khususnya pleci bakalan, berikut ini cara alternatif tetapi cukup efektif untuk menghasilkan pleci yang jinak, sekaligus bisa mengatasi dan mencegah perilaku salto yang biasa dialami pleci bakalan atau liar / giras.
Dalam terapi kali ini, kita menggunakan metode koloni dan kerodong, dengan detail sebagai berikut :
  1. Jika Anda membeli atau memiliki tiga ekor pleci yang masih liar, maka terapi ini bisa dijalankan dengan menggunakan satu sangkar saja. Jadi, satu sangkar diisi tiga ekor pleci (boleh 2 ekor, tetapi jangan lebih dari 3 ekor).
  2. Masukkan ketiga pleci dalam sangkar, kemudian sangkar full kerodong.
  3. Biarkan ketiga pleci dalam sangkar tertutup selama 1 minggu penuh. Tentu Anda harus tetap memantau ketersediaan pakan, buah, dan air minum.
  4. Setelah 1 minggu, kerodong yang semula full, bisa dinaikkan sedikit demi sedikit (bertahap) selama tiga minggu, sampai bagian bawah dari kain kerodong pada posisi di atas sangkar (pada minggu ke-4).
  5. Biarkan kain kerodong tetap berada di atas sangkar selama beberapa minggu ke depan.
  6. Selama burung dikerodong, yang dimulai sejak hari pertama, sebaiknya sangkar ditempatkan di lokasi yang bervariasi atau sering dipindah-pindah, agar pleci menjadi cepat jinak dan makin cepat beradaptasi dengan lingkungan di sekitarnya. Selain itu, pemindahan lokasi juga merupakan bentuk pelatihan mental burung.
  7. Setelah melalui serangkaian tahapan, termasuk kerodong yang sudah terangkat semua pada minggu ke-4, maka mulai minggu ke-6 ketiga pleci segera dipisahkan dan dimasukkan ke sangkar masing-masing.
  8. Setelah burung berada di sangkarnya, Anda bisa mendengarkan bagaimana suara panggilan mereka. Di sinilah kita bisa mengetahui apakah pleci berjenis kelamin jantan atau betina dari suara panggilan yang dikeluarkannya.
  9. Untuk seterusnya, pleci mendapat perawatan harian.
Setelah melalui serangkaian terapi di atas, pleci bakalan akan menjadi lebih jinak, dalam arti sudah tidak takut lagi terhadap perawatnya (semi jinak / jinak lalat). Sselanjutnya, dengan perawatan yang rutin dan konsisten, pleci akan bisa menjadi lebih jinak lagi.
Selain itu, pleci bisa terbebas dari perilaku salto yang biasa menimpa burung bakalan yang masih liar. Satu hal yang penting lagi, setelah diberikan terapi di atas, pleci Anda akan mudah sekali berbunyi.

Semoga bermanfaat.


Sumber : Om Kicau

membuat MB bakalan cepat berkicau

Secara umum, ada tiga metode yang bisa dilakukan untuk membuat murai batu bahan / bakalan bisa cepat berkicau. Ketiga metode ini terdiri atas pemanfaatan extra fooding (EF), pemanfaatan burung master, dan menggunakan pola rawatan alami. Masing-masing metode mempunyai kelebihan dan kelemahan. Yuk, kita bedah satu persatu metode untuk membuat MB bakalan cepat berkicau.

Murai batu bakalan
Murai batu bakalan butuh adaptasi 20 hari di lingkungan baru.
—-
Sebelum metode ini diterapkan, burung perlu dijinakkan terlebih dulu. Selain untuk memudahkan perawatan, proses penjinakan juga menjadi prasyarat utama agar rajin bunyi. 
Berikut ini tiga metode yang bisa diterapkan pada murai batu bahan / bakalan agar cepat berkicau.

1. Metode pemanfaatan extra fooding (EF)
Ada beberapa jenis EF yang diyakini bisa merangsang murai batu bakalan cepat bunyi, yaitu jangkrik, kroto, cacing, dan belalang hijau.
Persoalannya, murai batu mempunyai selera yang tidak selalu sama. Misalnya, ada yang mau makan kroto, tetapi ada juga yang kurang menyukainya, bahkan tidak mau menyantapnya.
Soal porsi pun tidak selalu sama. Ada yang bisa mengkonsumsi jangkrik dalam jumlah banyak, tetapi ada juga yang hanya sedikit.
Untuk membuat murai batu bakalan cepat berkicau, beberapa penggemar membuat setelan EF yang disesuaikan dengan selera dan kebiasaan burung.
Setelan paling tepat hanya bisa diperoleh jika kita sudah melakukan berbagai percobaan, yang boleh jadi awalnya berupa trial and error. Dari beberapa percobaan ini, maka dapat diketahui jenis EF yang paling disukai, sekaligus dapat menentukan porsi / takaran untuk setiap jenis EF yang akan diberikan tiap hari (misalnya jangkrik) atau berapa kali dalam seminggu (kroto, cacing, belalang hijau).
Jika sudah ketemu setelan EF yang pas, kita tinggal menerapkannya secara rutin setiap hari, dan MB akan cepat berkicau dan rajin bunyi. 
Namun metode ini punya kelemahan tersendiri, yaitu burung menjadi seperti “ketagihan”. Jika Anda tidak memberinya sesuai dengan porsi harian, atau karena sesuatu hal tidak bisa memberikan salah satu jenis EF (misalnya stok di kios burung habis), performa burung langsung menurun. Sebab murai sudah terbiasa dengan EF, dan baru dapat optimal kalau perawat atau pemiliknya memberikan extra fooding yang disukainya tersebut.

2. Metode pemanfaatan burung master
Pemanfaatan burung master
Murai batu ditrek dengan burung master ukuran kecil.

Ada beberapa jenis burung master yang sangat bagus untuk merangsang murai batu cepat berkicau, terutama yang berukuran kecil seperti kenari, lovebird, dan ciblek.
Apabila burung masternya gacor, murai batu akan “marah” dan langsung meladeni kicauan burung-burung berukuran kecil tersebut, dengan mengeluarkan suara terbaiknya dan keras. Ini karena sifat murai batu yang fighter, dan sangat menjaga wilayah teritorialnya.
Metode ini bagus diterapkan untuk murai batu bakalan setelah beberapa hari dijinakkan. Metode ini juga cocok untuk melatih murai batu yang mentalnya kurang stabil. Dengan mengetreknya bersama burung master berukuran kecil, MB yang mentalnya kurang stabil akan selalu merasa dominan, dan secara bertahap akan muncul kepercayaan dirinya.
Sebagaimana metode pertama, pemanfaatan burung master ini juga punya kelemahan. Murai batu, apalagi yang mentalnya kurang stabil, mudah drop ketika mendengar suara burung lain yang masih asing di telinganya. Apalagi kalau volume suaranya lebih besar daripada burung master berukuran kecil yang biasa dihadapinya.

3. Metode pola rawatan alami
Dalam metode ini, kita melakukan kamuflase sehingga murai batu memperoleh banyak hal seperti yang biasa diperolehnya di alam liar. Perlu diketahui, murai batu di alam liar rajin berkicau dan pintar meniru suara-suara burung lain yang sesuai dengan karakter kicauannya.
Di alam liar, mereka memperoleh pakan yang cukup berdasarkan ketersediaan dan pilihan sendjri. Di samping itu, murai batu jantan biasanya didampingi beberapa burung betina dan anak-anaknya. Tak kalah penting, mereka selalu memperoleh kecukupan sinar matahari dan leluasa bergerak.
Hal-hal yang diperoleh murai batu di alam liar inilah yang sebagian bisa diadopsi untuk membuatnya cepat berkicau dalam perawatan manusia. Untuk pakan, Anda tetap bisa menggunakan voer sebagai pakan utama, ditambah beberapa jenis serangga sebagai extra fooding (di alam liar, serangga justru merupakan pakan utama).
Burung betina bisa digantang di dekat MB jantan, dengan jarak sekitar 2-4 meter untuk  merangsang birahi, yang otomatis akan membuatnya rajin berkicau.
Menggantang burung pada lokasi yang dekat dengan pepohonan juga sangat bagus untuk membuat murai batu cepat berkicau, karena burung merasa seperti di alam liar, meski faktanya dia terkurung dalam sangkar.
Kelemahan dari metode ini adalah diperlukan waktu lebih banyak untuk merawatnya, meski hasilnya setimpal dengan pengorbanan sang perawat atau pemilik burung.
Metode mana yang paling bagus untuk diterapkan?
Ah, mengapa mesti bingung? Ketiga metode ini dapat diterapkan secara bersamaan, tidak bersifat tumpang-tindih, tetapi saling melengkapi. Tentu semua ini baru bisa dilakukan setelah MB bakalan Anda jinak terlebih dulu, setidaknya semi-jinak / jinak lalat.

Semoga bermanfaat.

Sumber : Om Kicau

Senin, 14 Oktober 2013

Tips Om dalam menangkar ciblek

Kita boleh sedikit berlega hati, setelah mendengar kabar beberapa kicaumania berhasil menangkar burung ciblek. Tentu kita makin berlega hati, jika kelak makin banyak orang yang sukses menangkar burung tersebut, karena populasinya di alam liar memang terus menyusut. Salah seorang kicaumania yang berhasil menangkar ciblek adalah Om AyaeGiga Rizqi. Yuk, kita belajar breeding ciblek darinya, agar burung bersuara merdu ini masih bisa dilombakan hingga puluhan tahun ke depan, dan sebagian besar berasal dari hasil penangkaran.
Penangkaran ciblek om ayaegiga
Penangkaran burung ciblek milik Om AyaeGiga.
—-
Sebagian informasi ini diperoleh dari Ciblek Bird Club (CBC), sebuah komunitas ciblek mania di jejaring sosial facebook. Diharapkan nantinya terus bermunculan breeder ciblek, sehingga bisa mengurangi angka perburuan liar. Apalagi burung hasil penangkaran memiliki keunggulan tersendiri, seperti lebih jinak, sudah beradaptasi dengan lingkungan manusia, dan bisa dimaster sejak dini.
Om AyaeGiga awalnya hanya coba-coba dalam menangkar burung ciblek. Itu sebabnya, kandang penangkaran yang digunakannya hanya memanfaatkan kandang breeding murai batu, dengan ukuran 2 x 1,5 m2 dan tinggi 2 meter.
Dengan kandang yang cukup luas, dia bisa menempatkan beberapa tanaman merambat dan beberapa model tempat sarang. Tujuanya agar pasangan induk merasa nyaman, dan bisa memilih tempat sarang yang sesuai dengan keinginan burung itu sendiri.
Meski yang Om AyaeGiga menangkarnya dalam kandang berukuran besar, bukan berarti burung ini tak bisa diternak dalam kandang soliter atau sangkar harian. Kemungkinan itu tetap bisa, meski harus ada persyaratan atau kondisi tertentu yang harus dipenuhi, yang akan dijelaskan di bagian selanjutnya.
Om Ayaegiga yang berhasil beberapa kali breeding ciblek dengan sukses
Om AyaeGiga
Sebagaimana penangkar pemula lainnya, terkadang muncul berbagai kendala. Apabila kendala dianggap sebagai tantangan menarik yang mesti ditaklukkan, bukan sesuatu yang merintangi perjuangan awal, ini semua akan menjadi pengalaman berharga.
Hal ini juga dialami Om AyaeGiga. Kedua induk sudah berhasil dijodohkan. Induk betina sudah bertelur, lalu mengerami telur, bahkan sampai telur menetas menjadi anakan / piyik.
Namun muncul kendala, seperti anakan tiba-tiba menghilang dari sarang, induk membuang telur, dan sebagainya. Akhirnya, dengan ketelatenan tingkat tinggi, semua kendala bisa diatasi, dan pasangan induk ciblek terus berproduksi sampai sekarang.
Tulisan ini ingin menyemangati Anda, sobat-sobat kicaumania, yang ingin menangkar burung ciblek, atau jenis burung kicauan lainnya, bahwa pasti akan selalu muncul kendala. Tetapi semua kendala itu biasanya akan bisa dilalui, jika kita telaten mencari akar penyebabnya.
Mengenai teknis penangkaran burung ciblek, termasuk bagaimana proses penjodohan dan persiapan breeding, Om Kicau sudah pernah menjelaskannya secara detail. 
Menangkar ciblek dalam sangkar harian
Jika Anda tidak memiliki kandang penangkaran yang luas, maka sangkar harian pun bisa digunakan, minimal berukuran 35 x 35 cm2. Namun, selama digunakan sebagai tempat penangkaran, sangkar tak boleh dipindah-pindah.
“Berdasarkan pengalaman saya, jika sangkar dipindah-pindah, indukan akan membuang telurnya ke dasar sangkar. Termasuk ketika kita ingin membersihkan sangkarnya dari kotoran,” kata Om AyaeGiga. Itu berarti selama dalam masa produksi, induk membutuhkan suasana yang tenang.
Karena itu, jika Anda ingin mencoba breeding ciblek menggunakan sangkar harian, usahakan penempatannya tidak di ruangan yang sering dilalui orang, termasuk anggota keluarga Anda sendiri. Solusi lain, sangkar dapat ditempel pada dinding dengan ketinggian yang cukup, agar burung tidak merasa terganggu oleh aktivitas kita.
Tempat sarangnya tentu berbeda dari yang biasa digunakan dalam kandang penangkaran berukuran luas. Di sini, Anda bisa menggunakan tempat sarang yang terbuat dari rotan. Adapun bahan sarangnya sama seperti yang biasa digunakan  pada kenari, misalnya serat nanas dan dicampur dengan jerami kering.
Pada waktu indukan sedang mengeram atau meloloh sebaiknya sangkar tidak dipindah-pindah agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan
Piyikan burung ciblek umur seminggu.
—-
Anakan ciblek umur 10 – 15 hari sudah bisa dipasangi dengan ring kode. Dengan ring ini, kita bisa mengenali burung hasil tangkaran kita di pasaran. Lebih baik lagi menggunakan ring yang sudah terdaftar dalam sebuah komunitas atau perkumpulan, sehingga kita bisa mendapatkan nomor dan ID untuk dicantumkan pada ring tersebut. Dengan demikian. ID penangkar mudah dikenali jika suatu saat dibutuhkan.
Untuk meningkatkan produktivitas indukan, anakan yang sudah berusia 15 hari bisa dipanen untuk dilakukan pelolohan secara manual. Biasanya, setelah anakan dipanen, induk betina akan kembali bertelur sekitar 1-2 minggu berikutnya.
Anakan ciblek yang diangkat dari indukan agar indukan bisa langsung berproduksi kembali
Anakan ciblek umur 15 hari bisa dipanen dan diberi ring kode.
—-
Dari pengalaman Om AyaeGiga, kita bisa belajar banyak mengenai cara yang tepat dalam menangkar burung ciblek, baik menggunakan sangkar harian maupun kandang permanen. Semoga saja upaya yang dilakukannya bisa diikuti ciblek mania lain di seluruh Indonesia, sehingga populasi ciblek di alam liar selalu terjaga.
Semoga bermanfaat.


sumber : Om Kicau

Minggu, 06 Oktober 2013

Tips mempertahankan suara masteran cendet

Ada dua fakta penting terkait dengan burung cendet, yang kalau dicermati mirip dengan cucak hijau. Pertama, burung ini dikenal pintar dan cepat dalam menirukan suara-suara burung lain. Kedua, suara masterannya gampang hilang, terutama pada cendet muda sekitar umur 5-8 bulan. Cucak hijau juga memiliki karakter seperti itu, hanya saja suara masterannya bisa hilang ketika burung sudah dewasa. Bagaimana mempertahankan suara masteran pada burung cendet?
cendet muda
Suara masteran mudah hilang pada cendet muda umur 5-8 bulan.
—–
Kalau kita membicarakan tips mempertahankan suara masteran pada cendet, tentu burung ini harus sudah memiliki isian terlebih dulu. Jenis burung yang sering digunakan sebagai “guru bernyanyi” bagi cendet antara lain lovebird, burung gereja tarung, cucak jenggot, branjangan, ciblek, kenari, burung-madu (“kolibri”), serta jalak uret. Adapun masteran non-burung yang banyak digunakan antara lain suara belalang dan jangkrik.
Pemasteran idealnya dilakukan sejak dini. Kalau Anda mendapatkan anakan cendet umur 15 hari, ya sejak itulah burung sudah bisa mulai dimaster. Kalau Anda mendapatkan cendet trotolan umur dua bulan, maka saat itu pula burung mulai dimaster.
Namun ada nasihat bagus dari Om Arip, pengepul dan pengorbit cendet kenamaan dari Pamekasan, Madura. Kata dia, umur efektif untuk memaster cendet adalah ketika burung berumur 1 hari hingga 5 bulan.
Piyikan cendet
Pemasteran cendet bisa dilakukan sejak piyik.
—-
Tetapi pada umur 5-8 bulan, suara masteran pada cendet rawan sekali hilang karena berbagai faktor. Salah satu faktornya antara lain adanya penambahan suara master yang baru. Karena itu, pada umur 5-8 bulan, burung tidak perlu ditambah isian dulu.
Arip Pamekasan
Om Arip Pamekasan
(Foto: Agrobur)
“Suara masteran pada umur tersebut bisa dikatakan aman. Artinya suara itu tidak akan hilang ketika cendet sudah menginjak umur delapan bulan,” kata Om Arip, sebagaimana dikutip Tabloid Agrobur.
Itu sebabnya, sebagai pengepul dan pengorbit cendet, Om Arip tidak pernah menjual cendet apabila umurnya belum mencapai 8 bulan. Dia belajar dari pengalaman terdahulu, saat melepas cendet yang baru berumur 5 bulan, namun akhirnya semua isiannya rusak dan menumpuk-numpuk.
Padahal, sebelum dilepas ke pembeli, burung sudah memiliki lima isian, yaitu burung gereja tarung, lovebird, burung-madu, suara mak lampir, dan suara buatan “cit-cit-cit” yang dihasilkan dari gesekan gabus dan kaca.
“Setelah pindah ke tempat lain, kebetulan ada suara master baru yang direkam cendet. Bukannya suara master bertambah, tapi suara master yang lama malah rusak atau menumpuk,” kata dia.
Menurut perkiraannya, hal itu akibat proses perekaman yang kurang bagus, dan usia burung masih terlalu muda. Lain halnya jika burung sudah berumur 8 bulan lebih, suara masteran lama tetap awet dan suara masteran baru bisa masuk.
Mempertahankan suara masteran
Jika suara masteran tetap tersimpan dalam memori cendet ketika umurnya mencapai 8 bulan, tugas berikutnya yang tak kalah ringan adalah mempertahankan suara masteran pada cendet tersebut.
Bagaimana caranya? Berikut ini tips spesial dari Om Arip :
  • Pukul 06.00, burung dikeluarkan dan kerodong dibuka. Biarkan cendet berkicau sepuasnya hingga pukul 07.00.
  • Setelah itu, burung dimandikan dengan cara disempot menggunakan air bersih.
Mandi semprot pada cendet
Mandi semprot untuk cendet. (Foto: Ahrobur)
—-
  • Usai mandi, berikan 10 ekor jangkrik dan 1 sendok makan kroto segar.
  • Jemur cendet di bawah sinar matahari pagi hingga pukul 12.00.
  • Pukul 12.00, burung diangin-anginkan di teras selama 15 menit. Selanjutnya, sangkar dikerodong dan dimasukkan ke tempat biasanya burung digantang.
  • Pukul 15.00, burung kembali dikeluarkan dan kerodong dibuka, untuk mandi sore (disemprot air) dan dilakukan penjemuran kembali.
  • Sambil dijemur, berikan 5 ekor jangkrik dan 1 sendok makan kroto segar.
  • Pukul 16.00, burung diangkat dari jemuran dan sangkar kembali dikerodong untuk digantang di tempat biasanya di dalam rumah.
Bagi cendet yang didesain sebagai penyanyi / hiburan di rumah, perawatan seperti itu bisa dilakukan setiap hari (Senin – Minggu).
porsi jangkrik untuk cendet
Porsi jangkrik 10/5 setiap hari. (Foto: Agrobur)
—-
Apabila cendet didesain sebagai burung lomba, maka perawatan di atas hanya berlaku mulai Senin hingga Kamis. Lalu, bagaimana dengan perawatan hari Jumat – Minggu?
Kalau mau dilombakan, berikut ini perawatan lomba agar cendet bisa membongkar semua isiannya selama ini:
  • Hari Jumat, porsi jangkrik ditingkatkan menjadi 15/7. Kroto tetap 1 sendok makan. Selain itu, berikan ulat hongkong dengan porsi 3 ekor pada pagi hari, dan 3 ekor pada sore hari.
  • Hari Sabtu, menu extra fooding (EF) sama seperti Jumat.
  • Hari Minggu, sebelum dibawa ke lapangan, berikan 15 ekor jangkrik, 1 sendok makan kroto, dan 5 ekor ulat hongkong.
  • Sore sehabis lomba, burung cukup diberi 5 ekor jangkrik dan  5 ekor ulat hongkong. Selain itu, kedua kaki burung disemprot dengan air bersih.
Semoga bermanfaat.


Sumber : Agrobur