Rabu, 01 April 2015

Tips singkat mengatasi burung cendet yang galak

Selain miyik atau manja, masalah yang sering dialami para cendetmania adalah burungnya berubah menjadi galak, bahkan galak banget. Bisa dibayangkan, betapa menderitanya pemilik / perawat cendet ketika burung piaraannya terus mematuki tangannya saat mengganti pakan atau mengisi air minum. Untuk mengurangi penderitaan Anda, berikut ini tips singkat mengatasi burung cendet yang galak banget.
Tips mengatasi burung cendet yang galak banget.
Umumnya, perilaku galak pada burung cendet disebabkan oleh kondisi over birahi. Selain itu, ada beberapa faktor pemicu lainnya, yaitu:
  • Birahi alami, atau burung memasuki masa breeding / musim kawinn.
  • Perawatan kurang maksimal, misalnya burung jarang dimandikan atau kurang dijemur.
  • Kekurangan nutrisi / gizi.
  • Karakter bawaan dari burung tersebut.
Jika perubahan perilaku cendet terjadi akibat over birahi, cara mengatasinya tentu saja harus dikondisikan terlebih dulu. Dengan begitu, perilaku galak secara berangsur-angsur akan pulih seiring dengan kondisi birahinya yang mulai normal. Untuk mengetahui cara mengkondisikan cendet yang over birahi, silakan buka lagi tulisan berikut ini:
Cendet over birahi: Perilaku, penyebab, dan solusinya
Tetapi apabila perilaku galak ini muncul akibat faktor lainnya, maka cara mengatasinya disesuaikan dengan sumber atau akar masalahnya.
Cendet galak akibat memasuki masa breeding
Di alam liar, burung cendet mempunyai ritme kehidupan yang disebut masa breeding atau musim kawin, musim berkembangbiak. Bahkan spesies maupun subspesies cendet di daerah tertentu sudah memiliki waktu tertentu yang relatif ajek untuk berkembangbiak, misalnya mulai Maret hingga Mei, dan seterusnya.
Dalam perawatan manusia, cendet tidak memiliki musim kawin seperti di alam liar, karena belum tentu mempunyai pasangan. Tetapi ketika burung sudah mencapai umur dewasa kelamin, atau matang secara seksual, tentu dia punya naluri / hasrat / insting untuk kawin dan berkembangbiak.
Pada cendet yang sudah mencapai umur dewasa kelamin, kondisi breeding biasanya akan terlihat dari bulu-bulunya yang lebih rapi daripada biasanya. Bulu-bulu ekor terlihat lebih rapat. Bahkan jika dilombakan, kondisi birahi cendet dalam kondisi optimal sehingga bisa tampil lebih maksiml daripada biasanya.
Tetapi karena terus-menerus tak ada pelampiasannya, burung  akhirnya berubah menjadi agresif dan galak. Untuk mengatasi hal tersebut, cendet perlu dikawinkan dengan lawan jenisnya. Syukur-syukur malah bisa ditangkarkan di rumah.
Jika memang tidak memungkinkan untuk mengawinkannya, maka harus dilakukan pengaturan ulang terhadap pola perawatan hariannya, terutama mengurangi pakan yang mengandung kadar protein tinggi.
Perawatan harian untuk cendet galak banget
Berikut ini beberapa cara mengatur ulang pola perawatan harian untuk mengatasi cendet yang galak banget:
1. Mengatur ulang pemberian EF
Seperti dijelaskan di atas, perlu dilakukan pengaturan ulang dalam pemberian extra fooding EF) agar burung cendet tidak makin bertambah galak. Jika selama ini porsi jangkrik sebanyak 10 ekor per hari (diberikan dua kali, pagi dan sore), maka jatahnya bisa dikurang hingga 50 – 70 %, atau sekitar 3 – 5 ekor jangkrik per hari.
Namun jika selama ini cendet hanya diberikan 2-3 ekor jangkrik setiap harinya, maka pengaturannya bisa dilakukan dengan menambah porsinya, misalnya menjadi 5 – 7 ekor / hari sampai kondisinya normal. Setelah cendet kembali normal, alias tidak galak lagi, perawatan bisa dikembalikan seperti semula.
2. Hindari penjemuran secara berlebihan
Cendet galak akibat over birahi juga bisa disebabkan penjemuran terlalu berlebihan. Untuk mengatasinya, tentu saja durasi penjemuran mesti dikurangi.

Idealnya, lama penjemuran maksimal 1,5 – 2 jam setiap hari, yang dimulai pada pukul 06:30 pagi hari atau setelah matahari terbit.
Alternatif lainnya adalah melakukan pengembunan. Keluarkan burung pada saat fajar, atau paling telat sebelum jam lima pagi, untuk diembunkan. Burung digantang pada lokasi di mana cendet bisa terpapar sinar matahari pagi ketika terbit.
3. Mandikan tiga kali sehari
Solusi lainnya untuk mengatasi cendet yang galak banget adalah memandikannya sesering mungkin, misalnya tiga kali setiap hari (pagi – siang – sore).
Mandi malam juga bisa menjadi alternatif untuk menurunkan perilaku galak pada cendet. Mandi malam dilakukan setelah pukul 19.30 hingga pukul 21.00.
Setelah dimandikan, burung segera dianginkan di tempat hangat (berlampu), kemudian sangkarnya ditutupi dengan kerodong. Biarkan bberistirahat sampai waktunya diembunkan lagi esok hari.
Semoga bermanfaat.

Sumber Om Kicau

Mengatasi kenari yang sering mengacak-acak dan membuang pakan

Salah satu perilaku burung kenari yang kerap membuat jengkel pemilik atau perawatnya adalah sering mengacak-acak dan membuang pakan yang ada dalam cepuknya. Ada beberapa tips untuk mengatasi kebiasaan burung seperti itu. Mau tahu? Simak cara mengatasi kenari yang sering mengacak-acak dan membuang pakan berikut ini.

Mengatasi kenari yang sering mengacak-acak pakan.
Perilaku kenari yang sering mengacak-acak serta membuang pakan secara umum masih terbilang cukup wajar. Beberapa jenis burung kicauan pun sering melakukan hal serupa, misalnya kacer atau murai batu.
Tetapi jika Anda memutuskan ingin memelihara burung kicauan, jenis apapun, salah satu hal yang perlu dibiasakan adalah selalu menjaga kebersihan sangkar dan seisinya. Sebab inilah tindakan preventif awal untuk mencegah atau menekan datangnya agen penyakit, baik berupa virus, bakteri, jamur, parasit, dan sebagainya.
Kenari yang sering mengacak-acak dan membuang pakan jelas akan menyebabkan sangkar kotor, terutama bagian dasarnya. Kalau sisa pakan yang bercampur kotoran dibiarkan menumpuk, apalagi dalam waktu lama, tentu akan menjadi sumber penyakit.
Ketika kenari mengacak-acak pakan, coba perhatikan lebih seksama, apakah pakan yang dibuang itu hanya bagian kulitnya saja, atau pakan bijian yang masih utuh.
Sebab ada beberapa individu (bukan jenis) kenari terlihat sangat rakus makan, sehingga sering mengacak-acak dan membuang pakannya. Padahal, sebenarnya dia sedang mencari pakan yang disukai, dan kebetulan berada di bagian bawah tempat pakan.
Jika kenari mempunyai kebiasaan seperti itu, sediakan saja alas berupa karpet atau kertas koran yang diletakkan di dasar sangkar. Ini untuk mempermudah kita saat membersihkannya.
Selain itu, untuk mencegah agar kenari tak mengacak-acak maupun membuang pakan bijian, Anda bisa mengganti tempat pakan dengan model tertutup atau wadah pakan yang memiliki penutup di bagian tepinya.
Contoh wadah pakan yang memiliki penutup.
Oh ya, waspadai pula ketika kenari selalu mengacak-acak pakan karena terlalu rakus makan, sementara tubuhnya tampak kurus /nyilet, lesu, dan selalu mengembangkan bulunya. Sebab bisa saja kenari sedang mengalami penyakit yang disebabkan cacing.

Semoga bermanfaat.

Jumat, 23 Januari 2015

Cara membuat Branjangan Rajin Bunyi dan Capat Ngeplong

Keberhasilan dalam merawat burung branjangan menjadi tantangan tersendiri bagi para pemiliknya. Banyak lho BR mania yang galau, burung tak kunjung mengeluarkan suara kicauannya, meski sudah lama dipelihara. Bahkan tidak sedikit yang berkata, karakter branjangan sulit ditebak, sehingga kita harus mengetahui apa yang bisa membuatnya terpancing untuk bunyi. 


Berikut ini empat hal yang bisa membuat branjangan rajin bunyi dan cepat ngeplong.
1. Kurangi jangkrik, tambah ulat hongkong
Selama ini, masih banyak kicaumania yang menganggap ulat hongkong bisa menyebabkan katarak pada burung, dan karena alasan itulah banyak orang yang sedikit sekali memberikan pakan hidup ini kepada branjangannya.
Apabila diperhatikan, banyak senior BR mania yang memberikan ulat hongkong putih dalam jumlah lebih banyak daripada jangkrik. Terlebih pada branjangan yang selama ini jarang bunyi atau cenderung ngeriwik. Pemberian ulat hongkong berwarna putih diyakini bisa merangsang branjangan untuk lebih rajin bunyi dan mempercepat kondisi ngeplong.
Kalau saat ini Anda mempunyai burung branjangan yang susah bunyi, atau hanya ngeriwik saja, tidak ada salahnya untuk mencoba perawatan yang sering dilakukan para senior, yaitu:
  • Memberi jangkrik cukup 1 ekor saja pada pagi dan sore hari.
  • Memberi ulat hongkong sebanyak 3 – 5 ekor pada pagi dan sore hari .
  • Sebagai tambahan, Anda bisa memberi kroto sebanyak 1 sendok teh kecil setiap pagi.
Semoga bermanfaat


Sumber : Om Kicau

Mengatasi burung anis merah yang susah ngeplong

Kalau sudah dirawat cukup lama, tetapi anis merah hanya ngeriwik saja dan ogah mengeluarkan suara ngeplongnya, tentu membuat galau pemiliknya. Sebagian memvonis burungnya betina, lantas dijualnya dengan harga murah. Tapi di tangan pemilik baru, ternyata anis merah itu justru rajin bersuara ngeplong bahkan teler.

Burung anis merah yang bisa tampl maksimal jika dberikan perawatan yang tepat 

 Burung anis merah bisa tampil maksimal jika dirawat secara tepat.

Anis merah memiliki karakter yang agak berbeda dari burung kicauan lainnya. Jika jenis burung lainnya mudah terpancing untuk bunyi, tidak demikian dengan anis merah. Bahkan ada anggapan bahwa memelihara anis merah memerlukan kesabaran tingkat tinggi.
Namun bagi yang sudah lama memelihara aneka jenis burung kicauan, merawat anis merah tidak jauh berbeda dari jenis kicauan lainnya. Hanya saja diperlukan improvisasi di sana-sini. Untuk
Berikut ini beberapa tips mengatasi burung anis merah yang susah ngeplong dan cenderung ngeriwik saja.

1. Maksimalkan pakan harian
Pakan tambahan / extra fooding (EF) diperlukan untuk menjaga kondisi dan mendukung aktivitas harian semua jenis burung peliharaan, termasuk anis merah. Sayangnya, dalam perawatan hariannya, terkadang anis merah tidak mendapatkan pakan sesuai dengan apa yang dibutuhkannya.
Jika burung tidak mau bersuara ngeplong, cenderung ngeriwik saja, berarti pemberian EF harus lebih ditingkatkan, baik porsi maupun jenisnya.
Ada berbagai jenis EF yang bisa diberikan agar anis merah rajin berbunyi dan terpancing untuk bersuara ngeplong, yaitu cacing tanah, larva serangga, ulat hongkong, jangkrik, kroto, dan buah-buahan seperti apel merah, salak, sawo, pepaya, dan pisang kepok.

2. Berikan suasana tenang
Jika Anda menggantung sangkar di tempat biasa, dan selama itu pula anis merah hanya ngeriwik, itu berarti sudah waktunya memindah sangkar ke tempat lain yang lebih nyaman. Ini bisa membantu / memancing anis merah untuk mengeluarkan suara ngeplongnya.
Alternatifnya, jangan mengedorong burung pada malam hari. Jika selama ini burung ogah ngeplong lantaran merasa kurang nyaman pada siang hari, maka pada malam hari dan dalam kondisi tanpa kerodong itulah burung biasanya mau mengeluarkan suara ngeplongnya. Begitu juga yang terjadi ketika jika Anda rutin memberikan pengembunan di pagi hari.

3. Pancing birahinya dengan burung sejenis 
Anda juga bisa mengajak teman-teman kicaumania yang memiliki anis merah baik yang masih ngeriwik atau sudah ngeplong untuk berkumpul dan mengecas jagoan masing-masing.
Biasanya, dalam kondisi tersebut, ada satu atau beberapa burung yang terpancing mengeluarkan suara kicauannya dengan kencang. Bahkan ada juga yang langsung teler.

Semoga bermanfaat.


Sumber : Om Kicau

Merawat murai batu saat dorong ekor

Salah satu ciri khas burung murai batu adalah ekornya yang panjang. Kelenturan dan panjang ekor murai batu bisa bervariasi, tergantung faktor genetik dan rasnya. Setelah rampung masa mabungnya, murai batu akan mengalami proses dorong ekor. Jika perawatannya tidak tepat, hal ini bisa mempengaruhi penampilan bulu ekornya.
Murai batu yang sedang dalam proses dorong ekor 
Murai batu sedang dalam proses dorong ekor

Misalnya, bulu ekor mudah rusak, nyerit, bahkan tidak sepanjang sebelumnya. Karena itu, perlu diperhatikan cara merawat murai batu saat dorong ekor.
Seperti diketahui, setelah murai merampungkan masa mabungnya, bagian terakhir yang harus diselesaikan adalah ekornya. Ekor ini secara bertahap akan bertambah panjang, hingga mencapai batas tertentu sesuai dengan kualitas genetik maupun kualitas perawatan selama masa mabung.
Pada saat dorong ekor, perawatan yang harus diterapkan sebenarnya masih sama seperti perawatan masa mabung. Sayangnya, masih banyak muraimania yang tidak menyadari hal ini, dan langsung memberikan perawatan harian biasa saat murai dalam proses dorong ekor.
Akibatnya bisa ditebak: bulu ekor  mudah rusak, keriting, bercabang, dan nyerit. Bahkan panjang ekornya tak akan seperti biasanya. Karena itu, agar pertumbuhan bulu ekor murai lebih maksimal, dengan penampilan lebih cantik, tips berikut ini bisa diterapkan untuk burung kesayangan Anda.
Perawatan murai batu saat dorong ekor
Banyak muraimania yang memberikan pakan tambahan atau EF ketika murai batu sedang dorong ekor. Alasannya, EF bisa mempercepat tumbuhnya bulu-bulu ekor secara maksimal.
Tetapi perawatan itu hanya bisa dilakukan jika Anda telah terbiasa, atau Anda punya waktu cukup dalam merawat burung yang hanya mengkonsumsi EF saja.
Berikut ini bentuk perawatan yang biasa Anda lakukan saat murai batu dorong ekor:
  • Berikan 4-5 ekor jangkrik pada pagi dan sore hari.
  • Berikan kroto segar sebanyak satu cepuk, setiap 2 – 3 kali dalam seminggu. Jika Anda memiliki kroto cukup berlimpah, boleh saja diberikan setiap pagi hari.
  • Mandi sebaiknya tidak dilakukan dalam karamba mandi, tetapi sediakan bak mandi dalam sangkar hariannya.
  • Penjemuran sebaiknya tidak dilakukan secara rutin, cukup beberapa kali seminggu, dan dilakukan hanya pada waktu pagi (setelah matahati terbit) dengan durasi tidak lebih dari 15 menit.
  • Selama perawatan, murai batu disimpan di tempat sejuk, nyaman, dan tidak terganggu burung sejenis maupun burung fighter lainnya. Alternatif lain, Anda bisa memberikan full kerodong.
  • Bersihkan kotoran murai setiap pagi dan sore hari, untuk menjaga kesehatan bulu dan terhindar dari serangan tungau / parasit.
  • Lakukan pemasteran dengan burung atau suara masteran yang tepat.
Itulah beberapa tips merawat murai batu saat dorong ekor. Melalui perawatan secara tepat, bulu ekor akan tumbuh lebih kuat, lebih lentur, berkilauan, tidak mudah rusak, dan panjangnya bisa maksimal.
Semoga bermanfaat.

Sumber : Om Kicau

Kamis, 18 Desember 2014

Cabut voer sebelum tidur agar burung bakalan rajin bunyi

Meski harga burung bakalan tidak jauh berbeda dari burung dewasa, banyak kicaumania memilih untuk merawat burung bakalan. Ya, burung bakalan memang punya daya tarik tersendiri. Sebagian kicaumania menganggapnya sebagai tantangan untuk menjadikannya sebagai burung berkualitas. 

burung bakalan di pasar burug
Memilih burung di pasar burung | Foto wikimapia.org

Burung bakalan yang ada di pasar burung umumnya terbagi menjadi dua kategori:
1. Burung bakalan yang baru didapatkan dari pengepul atau hasil tangkapan hutan.
2. Burung bakalan yang sudah lama dipelihara (biasanya pemilik lama tukar tambah dengan burung lain).

Untuk bisa membedakan mana burung bakalan yang baru dan burung bakalan yang sudah lama, tentu tidak sulit. Burung bakalan yang sudah lama biasanya disimpan dalam sangkar terpisah, adapun burung bakalan yang masih baru umumnya ditempatkan dalam kandang ombyokan.
Selain itu, bentuk kotoran dan pakan yang dikonsumsinya pun berbeda. Burung yang sudah lama dipelihara tentu sudah terlatih makan voer sehingga bentuk kotorannya menjadi lebih padat. Adapun  burung yang masih baru umumnya belum mengenal voer, atau sedang dilatih makan voer, sehingga kotorannya masih berbentuk cairan bercampur warna keputihan.

kotoran-burung
Bandingkan kotoran burung bakalan yang belum makan voer (kiri) dan sudah makan voer.

Karena itu, jika Anda termasuk orang sibuk dan tidak mau repot dengan melatih makan voer, sebaiknya memilih burung bakalan rawatan lama. Sebab perawatan lanjutannya pun cenderung lebih mudah, karena tugas kita tinggal melatihnya agar lebih rajin berbunyi.
Dalam tips kali ini, kita akan membahas metode cabut voer sebelum tidur. Hal ini bertujuan agar ketika burung bangun di pagi hari, pakan yang pertama dicerna tubuhnya adalah protein hewani (serangga atau kroto), sehingga secara perlahan bisa membentuk karakter dan mentalnya sebagaimana di alam liar.
Selain itu, cabut voer sebelum tidur juga bisa menjadi salah satu metode penjinakan burung yang cukup efektif dan mampu mencegah burung dari kegemukan yang kerap membuat burung malas beraktivitas dan malas berkicau.
Metode cabut voer sebelum tidur dilakukan dengan cara mengangkat wadah voer ketika hari sudah mulai gelap. Untuk itu diperlukan kebiasaan yang teratur setiap malamnya. Misalnya sejak pukul 18.30, atau bisa juga 19.00, wadah voerd dicabut dan burung dibiarkan beristirahat dengan mematikan lampu ruangannya.
Untuk burung bakalan, sebaiknya dibiasakan tidak terlalu beraktivitas pada malam hari. Misalnya lampu ruangan dibiarkan terang agar burung mau berkicau. Sebab hal itu dapat mempengaruhi kondisi burung yang menyebabkan dia terbiasa bunyi jika suasana sedang sepi.
Pada pagi harinya, sekitar pukul 05.00 – 05.30, barulah lampu ruangan dinyalakan. Kemudian setelah pukul 05.30, burung dikeluarkan untuk diembunkan.
Pada saat pengembunan, burung hanya diberi pakan kroto sebanyak satu sendok teh, agar ia bisa mencerna protein hewani sebagai pakan pertamanya sebelum beraktivitas. Sebab kroto merupakan pakan berprotein tinggi, juga sumber energi yang baik bagi burung melakukan aktivitas hariannya beberapa jam ke depan.

Note: Jika Anda sedang tidak memiliki kroto, burung bisa diberi jangkrik atau ulat hongkong sebagai sumber protein hewaninya.
Setelah burung dimandikan, atau sekitar pukul 06.30 – 07.00, barulah pakan voer bisa diberikan. Untuk selanjutnya, Anda bisa menjalankan perawatan harian seperti biasanya.
Kalau perawatan ini dilakukan secara rutin dan teratur setiap hari, maka dalam beberapa hari burung bakalan menjadi lebih rajin berbunyi. Pada burung bakalan yang sebelumnya hanya ngeriwik saja, mereka akan cepat terpancing untuk ngeplong atau berlatih ngeplong jika umurnya masih muda.

Semoga bermanfaat.

Mengurangi perilaku agresif burung ketika hendak dijodohkan

Salah satu kendala yang sering dialami para penangkar adalah burung jantan dan betina tidak mau berjodoh. Umumnya, hal itu ditandai dengan perilaku salah satu burung yang terlampau agresif, sering menyerang calon pasangannya. Karena itu, sebelum mulai menangkar burung, ada baiknya Anda cermati beberapa hal berikut ini, yang bisa membantu mengurangi perilaku agresif burung ketika hendak dijodohkan.

burung teritorial
Sifat agresif burung tercermin dalam sifat teritorialnya.

Penjodohan burung dilakukan ketika kita memiliki burung jantan dan betina yang belum saling mengenal. Ketika burung hendak dijodohkan, terkadang muncul berbagai permasalahan yang bisa menghambat rencana kita dalam menangkar atau beternak burung.

Kasus yang sering terjadi adalah salah satu burung terlalu agresif dan menyerang calon pasangannya. Bukan itu saja, sering terjadi pula burung yang begitu agresifnya sampai calon pasangannya mati (terbanyak pada murai batu). Korbannya bisa burung betina, tetapi bisa juga burung jantan.
Di sinilah sebenarnya trik-trik penjodohan harus diterapkan, antara lain mengatur kondisi birahi dari burung jantan dan betina yang mau dijodohkan.

Burung-burung kicauan seperti ciblek, murai batu, dan kacer memiliki sifat teritorial. Sifat itu akan ditunjukkan terhadap burung lain yang ada di dekatnya, baik jantan dan betina. Sebab, ia akan menganggap sangkar dan aksesoris sangkar lainnya (wadah pakan, wadah minum, tenggeran) sebagai wilayah kekuasaannya yang harus dijaganya.

Pakan maupun air minum di dalam wadah masing-masing pun akan dipertahankannya, agar jangan sampai ada burung lain yang mengambilnya. Tanpa melalui proses perkenalan (prapenjodohan), burung akan menunjukkan sifat terirotialnya dan akan mencoba mengusirnya, bahkan bisa berlaku agresif dengan menyerangnya. Sifat teritorial akan hilang ketika burung sudah benar-benar berjodoh.

Burung agresif
Ilustrasi: Sifat agresif burung bisa muncul ketika hendak dijodohkan.

Karena itu, ketika kita hendak menjodohkan burung, wajib melalui tahapan pengenalan dulu. Dalam hal ini, burung jantan dan betina jangan langsung dipertemukan, tetapi dipisahkan dulu dalam jarak cukup jauh atau disimpan di lokasi yang tidak terlihat oleh masing-masing burung selama beberapa hari (istilahnya “dipingit”, he.. he.. he.. ).

Dengan demikian, masing-masing burung hanya bisa mendengar suaranya. Metode ini bisa meredam emosi dan sifat agresif burung, sekaligus membuat burung jantan dan betina penasaran.
Beberapa hari kemudian, barulah kedua burung didekatkan. Proses pendekatan ini dilakukan dengan menggantang sangkar burung jantan dan sangkar burung betina dalam jarak 1 meter. Jika jantan atau betina mulai menunjukkan rasa ketertarikan masing-masing, barulah sangkarnya didempetkan / ditempelkan.
Saat kedua sangkar saling menempel, posisi tenggeran diusahakan sejajar / segaris. Kalau posisi (tinggi) tenggeran berbeda, sebaiknya diatur dulu sehingga ketinggiannya sama. Sebab, biasanya burung yang sudah saling mengenal akan tidur dengan cara saling berdempetan.

Perjodohan burung
Ilustrasi pengenalan murai batu jantan dan betina dengan posisi tenggeran sejajar.

Nah, berdasarkan pengalaman selama ini, burung yang sebenarnya sudah terlihat akur dan saling berdekatan selama tahap pengenalan / prapenjodohan pun terkadang masih menunjukkan sifat agresifnya saat mulai dicampur dalam satu kandang. Karena itu, selama 1-2 hari setelah disatukan, perlu pemantauan khusus guna mencegah salah satu burung menyerang calon pasangannya.
Apabila salah satu burung tampak bersikap agresif saat sudah disatukan dalam kandang penangkaran, maka yang bisa kita lakukan adalah mengontrol birahinya dengan cara melakukan pengaturan extra fooding (EF).
Jika burung jantan lebih agresif, kita perlu menaikkan porsi EF untuk burung betina. Sebaliknya, kalau betina yang agresif,  porsi EF untuk burung jantan bisa ditambah.
Sifat agresif juga bisa muncul jika burung jantan dalam kondisi siap kawin, sementara betinanya belum karena umur masih terlalu muda. Karena birahi tak tersalur, si jantan akan terus mengejar betina yang ogah diajak kawin.
Karena itu, sebelum menangkar, pastikan kedua calon induk sama-sama sudah melewati umur dewasa kelamin. Lebih baik lagi jika betina berumur minimal 1 tahun dan jantan minimal 1,5 tahun. Keduanya sudah dalam kondisi birahi optimal dan emosi atau temperamen relatif stabil.
Sebagian besar burung kicauan sudah bisa kawin pada umur 7-9 bulan, tapi menunda perkawinan lebih dianjurkan, sampai betina berumur 1 tahun dan jantan 1,5 tahun.
Selain beberapa faktor di atas, ada juga sifat agresif pada calon induk yang disebabkan gangguan hormonal, baik bersifat genetik (keturunan) maupun non-genetik (biasanya pengaruh kualitas pakan). Ini sama seperti manusia di mana perempuan bisa mengalami menstruasi pertama pada umur 10 tahun, 11 tahun, bahkan ada yang sampai 14 tahun. Begitu juga lelaki yang sebagian bisa mengalami mimpi basah pada umur 12 tahun, 13 tahun, dan seterusnya.

Pemberian kedua suplemen ini bisa dilakukan saat burung masih berada dalam sangkar terpisah. Apabila diberikan ketika kedua burung sudah berada dalam satu kandang, wah… bisa berabe, karena penggunaanya bersifat khusus berdasarkan jenis kelamin.
Itulah beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum Anda memulai usaha penangkaran burung kicauan, sehingga proses penjodohan bisa berjalan lancar.

Semoga bermanfaat.

Sumber : Om Kicau