Selasa, 23 Oktober 2012

Beda Cucak Ranti dengan Cucak Ijo

Burung Cucak Ranti (Chloropsis cochinchinensis) termasuk pada family Chloropseidae,  dalam bahasa Inggris cucak ranti dikenal dengan sebutan Blue-winged Leafbird. Cucak masih termasuk pada spesies leafbird.
Cucak ranti menyebar luas mulai dari India, Tiongkok barat daya, Asia Tenggara, Semenanjung Malaya, Sumatra dan pulau-pulau sekitarnya, Kalimantan termasuk pula di Natuna, dan Jawa. Nama lain Cucak ranti adalah Cica-daun, Burung daun atau Murai daun (nama perdagangan).
Seperti umumnya cica-daun, seluruh tubuh didominasi warna hijau terang (hijau daun), sementara pipi dan tenggorokan burung  cica daun jantan berwarna hitam berkilau. Perbedaan dengan cica-daun yang lain, seperti tercermin dari namanya, yakni bulu sayap dan tepi ekor berwarna kebiruan terang. Burung cucak ranti jantan umumnya memiliki warna kekuningan seperti kalung di dada, tepat di bawah warna hitam. Kedua jenis kelamin memiliki sepasang setrip malar biru berkilau di sisi dagunya, sedangkan cucak ranti betina memiliki kepala hijau dan tenggorokan biru. Iris mata berwarna coklat, paruh hitam, dan kaki abu-abu kebiruan.
Cucak ranti memiliki penyamaran yang sempurna, tidak mudah teramati di alam, karena tersamar oleh warnanya. Kecuali apabila terdengar kicauannya yang merdu. Menghuni hutan primer dan sekunder di dataran rendah serta perbukitan sampai ketinggian 1.000 m di Sumatra, dan sampai 1.500 m di Jawa. Tinggal di pohon-pohon besar, namun sering pula terlihat mencari makanan di belukar. Sendiri, berpasangan, atau dalam kelompok kecil; kadang-kadang berbaur dengan jenis yang lain. Makanan utama cucak ranti adalah serangga, laba-laba, ulat dan buah-buahan lunak serta biji-bijian kadang memangsa moluska kecil.
Cucak ranti membangun sarangnya berbentuk cawan, tersusun dari bahan-bahan yang halus bercampur dengan sarang laba-laba. Betina bertelur antara 2-3 butir, berwarna keputih-putihan dengan totol-totol kehitaman. (kicauku)

,,c.rANTI

Cucak Hijau (Chloropsis sonnerati) adalah jenis burung pengicau dengan seluruh badan dominan berwarna hijau, dalam bahasa Inggris burung cucak hijau ini dikenal dengan sebutan Greater Green Leafbird, sedangkan di Indonesia burung ini  memiliki banyak nama populer misalnya Cica Daun, cucak ijo dan burung daun.
Seperti umumnya cica-daun, seluruh tubuh didominasi warna hijau terang (hijau daun), termasuk sayap dan ekor; sementara pipi dan tenggorokan burung jantan berwarna hitam berkilau.
Walaupun burung ini  secara umum dikenal dengan nama cucak hijau atau cucak ijo, namun burung ini bukanlah keluarga cucak-cucakan. Burung cucak hijau tidak termasuk dalam family Pycnonotidae seperti halnya cucakrowo atau cucak jenggot misalnya. Akan tetapi cucak hijau masik satu suku dengan Cucak Ranti.
Cucak hijau pada habitatnya selalu ditemukan di pohon dan semak-semak dan mereka menempati semua jenis hutan berdaun lebar di Selatan dan Asia Tenggara  pada daerah ketinggian antara 1000 m- 2500 m dpl menyebar di Semenanjung Malaya, Sumatra dan pulau-pulau di sekitarnya, Kalimantan termasuk pula Natuna, Jawa dan Bali
Makanan utama adalah serangga dan beberapa buah-buahan. Dalam mencari mangsa cucak hijau bergerak gesit sepanjang ujung cabang. Sarang dibangun tidak terletak rendah di dalam hutan, tapi malah ditemukan di ujung cabang di dekat mahkota pohon. Cucak hijau betina bertelur 2 atau 3 butir telur berwarna merah muda, dan inkubasi berlangsung sekitar 14 hari. Inkubasi kebanyakan hanya dilakukan  oleh betina, walau ada beberapa spesies yang dilakukan pula oleh jantan.
Cucak hijau dikenal sangat pandai meniru dan menyuarakan suara burung lain walau mereka memiliki kelemahan dengan mudahnya untuk melupakannya kembali.


sumber : Cucak Ijo Mania





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar